Bobotoh Persib
Ayahku bekerja di PT DI. Berangkat pagi-pagi, pulang sore hari. Aku pernah dibawa ke tempat kerjanya. Di halaman kantornya ada beberapa pesawat yang lagi berhenti. Ayahku baik, tapi sedikit judes. Kalau sedang difoto sikapnya tegak terus. Dia sangat baik padaku. Bila aku mau pergi ke sekolah suka memberi uang jajan tambahan. Bapakku hobbynya memelihara ikan di kolam kecil depan rumah. Bila dia sedang libur suka membantu ibuku mengerjakan semua pekerjaan rumah.
Ibuku seorang guru SMP di Cimahi. Mengajar anak-anak SMP dari pagi hingga siang. Hobbynya pergi ke warnet. Pernah dia mengajakku ke tempat itu. Padahal aku paling tidak suka dibawa ke tempat kaya gitu. Kata kakakku ibuku narsis, karena sukanya memasang foto di setiap blognya.Tapi walaupun begitu ibuku baik, suka mengajakku jala-jalan ke Gramedia dan membelikan aku komik.
Kakakku yang kedua baru lulus dari UPI. Hobbynya main PS dan mengotak-ngatik komputer, juga nonton TV. Dia suka harak, nyuruh-nyuruh aku membelikan rokok. Kalau main PS suka curang, pengen menang sendiri. Sifat jelek yang lainnya, susah bangun pagi. Bila sudah berkali-kali orang serumah berusaha membangunkannya, baru dia bangun. Nah itulah kebiasaan kakakku. Jangan ditiru ya!
Suatu hari aku mengantar kakaku di wisuda di UPI. Aku tidak boleh masuk ke dalam gedung tempat kakakku diwisuda. Aku ditemani ibuku menunggu di luar gedung. Di luar gedung yang mirip lapangan ini banyak yang berjualan. Ada yang berjualan mainan, gantungan kunci, kelinci, dan hamster.
Aku membeli dua ekor hamster. Keduanya berwarna coklat campur putih.
Aku sempat meninggalkannya di mobil beberapa waktu, karena mau makan siang dulu. Mungkin mereka tertidur. Waktu aku masuk lagi ke dalam mobil hamster-hamsterku itu sudah bangun dari tidurnya.
Makanan mereka adalah daun-daunan, kol, dan banyak lagi. Waktu aku membawanya ke rumah, aku beri mereka daun sosin.
Lalu hujan turun. Aku masukkan hamster-hamster itu bersama kandangnya yang terbuat dari kawat ke dalam kardus. Tapi mereka tetap bisa berlari-lari dan berputar-putar bermain kincir di dalam kandangnya. Setelah itu aku menutup kardus dengan kertas koran.
Pagi-pagi aku lihat mereka sedang tidur nyenyak, mungkin kecapean. Sebelum pergi ke sekolah aku beri mereka makanan (wortel) yang banyak. Karena waktu itu hari Jum’at aku pulang lebih awal dari sekolah. Aku melihat hamster yang satu sedang asyik bermain, yang satu lagi sedang makan wortel. Ternyata hamster itu binatang yang manja dan lucu. Aku tidak rela jika mereka dibuang begitu saja. Mereka aku beri nama Brown dan Jack. Yang satu kuberi nama brown karena bulunya coklat. Dan yang satu lagi kuberi nama Jack dilihat dari matanya yang sipit.
Malam hari aku menutup kardus tempat mereka menginap dengan kertas koran lagi.
Besoknya waktu aku terbangun dari tidur aku lihat hamsternya mati. Anehnya langsung mati kedua-duanya. Mungkin mereka kedinginan atau keracunan, atau bisa juga kelaparan. Perasaanku sangat sedih, sampai air mataku mengalir deras melihatnya. Pada waktu itu jika aku melihat daun-daunan kesukaan hamsterku aku menangis dan terus menangis. Hingga sekarang pun aku suka menangis jika melihat daun-daunan itu karena teringat masa laluku bersama hamster.
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by B A Khan