Ibu di Mataku
Kalian pasti ingat, tanggal 22 desember adalah Hari Ibu.
Ibu di mataku sangat berarti, dialah yang melahirkan kita. Bila tidak ada ibu, kita pun tidak ada. Maka dari itu, kita sepantasnya memperingati Hari Ibu.
Kesan-kesanku untuk ibu:
Ibuku seorang guru, yang kadang-kadang suka mengikuti penataran di Lembang. Pada saat berpisah itulah aku sangat sedih. Bila dia sakit, aku juga sedih.
Sifat ibuku yang kusukai, yaitu setiap pergi ke mana pun dia suka mengajakku jajan. Dan sifatnya yang tidak kusukai, bila waktu magrib tiba, di kamarnya ibuku sudah tertidur, percuma dia suka minum kopi juga, tetap saja tertidur lelap. Padahal keinginanku, ibuku jangan dulu tidur sampai jam 10 atau 11 malam, biar sempat membeli nasi goreng dari tukang nasi goreng yang biasa lewat ke depan rumahku.
Oh jadi mamah Acep suka tidur early yah? emang nggak solat isa dulu? kok tidurnya waktu magrib, terus bapak Acep gimana ??? kalau Acep mau beli nasi goreng mah beli aja sendiri, minta uang nya ke mamah sebelum mamah tidur. kan gampang. Acep kan udah gede….he he he…..
Comment by uwa Fz — January 16, 2008 @ 5:17 am
Ah, dasar acep, dia itu manja…, ngak tiap hari lah mamah begitu. Kadang-kadang aja kalo kecapean mamah tidur early!
Comment by mamah acep — January 18, 2008 @ 4:17 am
allow cep jangan jajan aja ya tapi klau mojajan bagi-bagi teteh ya.
Comment by teh mel — January 21, 2008 @ 2:42 am