
Teman terdekatku mempunyai 3 ekor kucing. Ada yang berbulu kuning, abu-abu, dan yang satu lagi hitam campur putih. Aku dan teman-teman yang lain ikut mengurusnya. Kucing-kucingnya suka dimandiin, disisir bulunya, dan dibedakin. Pas sudah mandi terus kucingnya diberi makan dan minum susu. Kucing yang berbulu kuning suka mendekatiku, tidur di pangkuanku, hangat, serasa dipipisin dia, padahal nggak.
Kucing yang berwarna abu-abu adalah kucing kesukaan teman dekatku itu. Tapi tiba-tiba pada suatu hari, Si Abu hilang dibawa orang. Temanku cemas. Waktu lari pagi pada besok harinya di jalan dia menemukan seekor kucing yang sangat mirip dengan Si Abu, ternyata memang kucing itu adalah Si Abu.
Pada siang harinya, aku terkejut ketika menyaksikan Si Abu mati tertabrak mobil. Semuanya sedih, kehilangan hewan peliharaan yang sangat kami cintai.
Bapak yang menabrak Si Abu itu tetanggaku yang anaknya teman kami juga, yang mempunyai sifat suka bohong, egois, suka marah-marah, dan sombong.
Makanya pas bapaknya menabrak kucing kesayangan kami, kami jadi ingin marah. Teman yang punya kucing sempat bilang, “Bapak dia itu buta kali? Kucing ditabrak!”